Berebut Pendamping Anton di Pilwali Malang 2018

0
79
Berebut Pendamping Anton di Pilwali Malang 2018

Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang periode 2018-2023 bakal berjalan seru. Sebab, semua partai politik akan menginginkan menjadi bagian dari pemerintah dari calon yang terpilih.

Hanya PDI Perjuangan yang mampu mengusung calon Wali Kota dan Wakilnya, karena memiliki 11 kursi di DPRD.

Sedangkan partai lain, seperti PKB hanya enam kursi, meskipun sudah mengerucut akan kembali mendukung Moch Anton maju sebagai calon wali kota.

Partai Golkar hanya memiliki 5 kursi, Gerindra dan Partai Amanat Nasional masing-masing 4 kursi, Partai Hanura, PKS, dan PPP tiga kursi serta Nasional Demokrat (NasDem) satu kursi. Kesemuanya harus berkoalisi untuk mengusung calon mendukung atau melawan petahana Moch Anton.

Ketua Tim Penjaringan Kepala Daerah DPC PDI Perjuangan Kota Malang I Made Ryan mengatakan, calon yang mendaftar melalui partainya telah melebihi prediksi.

Ada enam calon yang mendaftar, empat diantaranya wali kota dan dua wakil walikota. Arief Wicaksono selaku Ketua DPC terpaksa mengundurkan diri, usai ditetapkan tersangka suap oleh KPK. Arief juga mundur menjadi Ketua DPRD Kota Malang.

“Karena kita menargetkan empat calon, yang daftar melebihi itu (enam). Proses menunggu rekom dari DPP, feat n propertest sudah dilalui dan akan dilanjut sekolah politik,” terang Ryan kepada detikcom, Senin (25/9/2017).

Menurut Ryan, DPP akan mengeluarkan rekom untuk kepala daerah kota dan kabupaten setelah calon gubernur. “Jadwalnya Oktober, setelah rekom gubernur,” tandasnya.

Selain PDIP, partai lain juga membuka penjaringan, seperti PKB untuk mencari pendamping Anton, Gerindra, serta PPP untuk calon wakil wali kota.

Wali Kota Malang Moch Anton mengaku belum memikirkan Pilwali 2018 nanti. Dia masih ingin menyelesaikan tugas yang telah diamanatkan kepadanya.

“Saya belum pikirkan itu, saya kerja dulu menyelesaikan tugas saja,” ujar Anton kepada detikcom di Balai Kota Malang Jalan Tugu, siang tadi.

“Saya belum mendaftar, dan PKB juga belum memberikan rekomendasinya. Sebetulnya tidak mencari wakil, itu keliru. Penjaringan dibuka PKB untuk memberikan kesempatan yang sama bagi siapapun dan akan melalui mekanisme yang ada,” sahut Anton.

Ditanya soal pendamping, jika memang maju Pilwali 2018?. Anton mengatakan, akan lebih mengedepankan kecocokkan dalam mengemban amanah rakyat.

“Kalau saya maju lagi, iya yang bisa bekerjasama dengan baik, saling bersinergi,” tegas Anton.
(bdh/bdh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here